Miliki website sendiri dengan web hosting dan domain gratis di IdeBagus
Ad Ad
Tampilkan postingan dengan label steril. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label steril. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 Oktober 2011

Prostat Ginjal Tidak Lagi Cuci Darah

Awal Desember 2008, Haposan Hutabarat didiagnosa terkena penyakit prostat, dimana untuk buang air kecil harus memakai kateter. Untuk mengatasi masalah ini, Dokter menyarankan untuk operasi.

Namun bukan hanya prostat saja yang diderita Haposan, tapi juga penyakit ginjal. Ginjal kiri dan kanan Haposan yang rusak 75% membuat beliau terpaksa harus diopname di rumah sakit. Setelah diperiksa Dokter, Haposan diharuskan untuk cuci darah. Setelah 3 hari dirawat dirumah sakit, sahabat dari anak Haposan dari Sumatera Barat menganjurkan untuk mencoba produk Tahitian Noni Juice. “Sahabat anak saya yang bernama Desrial, memperkenalkan saya pada produk Tahitian Noni Juice (TNJ).

Saya langsung mengkonsumsinya di rumah sakit, “Ujar Haposan menjelaskan awal perkenalannya dengan produk TNJ.Hari kelima di rumah sakit, Haposan masih cuci darah, tapi TNJ terus diminum dengan dosis 30cc pagi sebelum sarapan dan 30cc saat malam hari. “Ternyata badan saya ada perubahan (tambah sehat). Dihari kedelapan saya saya cuci darah lagi. Sesudah 3 hari saya mengkonsumsi TNJ, saya sudah bisa duduk sendiri tanpa dibantu isteri saya. Setelah cuci darah dihari ksepuluh, kami minta pulang, padahal dokter sudah mengharuskan cuci darah rutin seminggu dua kali. Lantaran kami memaksa pulang, pihak rumah sakit meminta kami untuk menandatangani surat perjanjian bahwa pihak rumah sakit tidak akan bertanggung jawab apabila kesehatan saya menurun drastis setelah keluar dari rumah sakit. Tetapi TNJ terus saya minum,” katanya dengan sukacita.

Dibulan Februari 2009, setelah mengkonsumsi 12 botol TNJ 1000ml, Haposan sudah merasa sehat. Pada bulan Maret, beliau kembali memeriksakan dirinya ke Dokter. “Hasil pemeriksaan menyatakan bahwa prostat saya sudah kembali normal dan ginjal saya yang kiri dan kanan sudah pulih kembali tanpa operasi. Namun sampai saat ini, saya tetap mengikuti anjuran Dokter untuk tidak mengkonsumsi makanan yang ada pengawet,” ujarnya dengan bahagia. Jadi terbukti TNJ tidak hanya membantu memperbaiki sel-sel tubuh, namun organ yang merupakan muara sel juga ikut diperbaiki TNJ.

Jumat, 30 September 2011

Testimoni Kesembuhan Penyakit Gagal Ginjal: Kembalikan Fungsi Ginjal

Testimoni Kesembuhan Penyakit Gagal Ginjal:

Kembalikan Fungsi Ginjal




Rudi

KARTU MATI sudah ditangan apabila seseorang sudah mengidap penyakit gagal ginjal. Mungkin Anda tidak percaya dengan kisah berikut ini, tetapi kejadian ini nyata adanya.

Rudi pria kelahiran Selat Panjang, Bengkalis Riau ini memiliki pengalaman yang sangat memilukan. Vonis gagal ginjal kronis harus ia terima saat usianya masih muda. Tapia pa mau dikata. Allah SWT berkehendak beda. “Langkah medis sudah saya jalani hingga saya kehabisan uang. Karena saya harus cuci darah setiap dua minggu sekali. Beruntung ada tetangga yang memberikan saya  Tahitian Noni Juice. “Katanya jus ini berkhasiat untuk kesehatan,” ceritanya. Mukjizat Allah SWT menghampiri Rudi melalui TNJ.

Sebelum divonis gagal ginjal kronis oleh dokter. Rudi adalah pemuda yang gigih mendulang rejeki demi keluarga dan masa depannya. Ia pandai memanfaatkan waktu luang ditengah kesibukannya menuntut ilmu di perguruan tinggi dengan mengajar dan bekerja serabutam seperti mengojek bahkan menjadi marbot masjid. Semua ia jalani dengan sukacita tanpa beban.

Suatu ketika, Rudi merasakan demam dan panas tinggi, nafsu makannyapun berkurang.  Ia pun memeriksakan diri ke rumahsakit. Rudi kaget mendengar vonis gagal ginjal kronis oleh dokter RSUD pekanbaru kepadanya. “Saya berfikir bahwa biaya untuk kesembuhannya pasti akan banyak. Apalgi dokter sudah memvonis bahwa saya harus cuci darah setiap dua minggu sekali,” ceritanya.

Mendengar Rudi mengalami penyakit yang mengkhawatirkan, Pak Sugiyanto yang telah mengenal dan merasakan manfaat TNJ bagi kesehatannya, merekomendasikan Rudi untuk mengonsumsinya. “Awalnya saya ragu karena harganya yang ‘wah”. Beruntung Pak Sugiyanto memberikan keringanan dalam pembayaran TNJ. Saya bisa cicil,” katanya. Alhamdulillah TNJ menjadi solusi derita Rudi. “Walau awalnya terasa sakit saat minum pertama kali namun efeknya sungguh diluar dugaan saya,” katanya. Kini Rudi siap menghadapi hari-hari sibuknya tanpa keluhan. “Terimakasih TNJ.”

Sabtu, 24 September 2011

Dua Type Diabetes Melitus

Diabetes Type 1

Banyak orang terkesima saat mengetahui bahwa diabetes merupakan pembunuh terbesar ketiga di Amerika Serikat , setelah penyakit Jantung dan kanker. Untungnya, banyak efek-efek dari diabetes yang dapat dikendalikan. Meskipun penyakit itu tidak tersembuhkan, namun penelitian-penelitian memperlihatkan bahwa dengan mempertahankan kadar gula seseorang sedemikian rupa mendekati batas normal maka komplikasi-komplikasi jangka panjang akibat diabetes seperti serangan jantung, gagal ginjal dan kebutaan akan dapat dikurangi secara signifikan. Tubuh penderita diabetes sendiri tidak mampu untuk mengolah makanan menjadi energi. Inti permasalahannya adalah kernampuan tubuh dalam memproduksi dan menggunakan hormon insulin tidak baik. Sel beta dalam pankreas yang memproduksi insulin tidak berfungsi baik.
 
 
 
Insufficent Insulin  
 
Terdapat dua jenis diabetes: Tipe I dan Tipe II. Pada diabetes Tipe I, tubuh hanya sedikit atau bahkan tidak mampu memproduksi insulin. Kondisi ini sering disebut sebagai diabetes kaum muda karena biasanya muncul pada usia muda dan lebih akut. Pada diabetes tipe II, tubuh mampu memproduksi insulin secukupnya (terkadang bahkan lebih dari cukup). Namun, insulin yang diproduksi tidak dapat diserap oleh sel tubuh untuk memecah gula menjadi energi. Pada diabetes tipe II, tubuh juga mengalami masalah dalam menggunakan lemak dan protein secara baik. Dari semua jenis diabetes, hampir 90% adalah diabetes tipe II. Kondisi ini sering disebut sebagai diabetes usia-lanjut.

 
Type 2 Diabetes  
 
Gejala-gejala dari kedua tipe diabetes tersebut serupa. Yang paling umum antara lain: kekurangan energi, mudah lapar, sering buang air kecil, rasa haus yang berlebihan, pandangan yang kabur, mual, rasa sakit di bagian perut, ketidaknyamanan dan merasa lemah. Tipe I sering dikaitkan dengan turunnya berat badan. Sedangkan tipe II sering dikaitkan dengan penambahan berat badan.

Meskipun kita tahu bahwa diabetes dalam berbagai situasi adalah penyakit keturunan namun para ilmuwan tidak mengetahui dengan pasti penyebabnya, kemungkinannya karena sistem endokrin dan kekebalan tubuh yang tidak berfungsi dengan baik.

Riset memperlihatkan bila sistem kekebalan tubuh mulai berbalik menyerang diri sendiri – kemungkinan karena gangguan otoimunitas – maka sel beta dalam pankreas akan rusak atau setidaknya jumlah sel beta yang berfungsi dengan baik akan berkurang. Hal ini tentu akan mempengaruhi jumlah, kemurnian dan efektifitas dari insulin dalam tubuh. Namun bila sistem kekebalan tubuh sanggup menghalau serangan tersebut maka integritas dari insulin tubuh akan dapat dipertahankan.

Serangkaian tes yang ada saat ini telah memungkinkan untuk mendeteksi kegagalan anti bodi -anti bodi dalam darah sejak dini pada orang-orang yang menunjukkan gejala terserang diabetes. Pada beberapa orang dewasa, antibodi-antibodi yang merusak ini dapat muncul bertahun-tahun sebelum gejala-gejala diabetes timbul. Jenjang waktu ini disebut sebagai tahap pre-diabetes. Tahapan ini juga ditemui pada penyakit-penyakit gangguan endokrin lainnya seperti Hashimoto Thyroiditis dan penyakit Addison (kekurangan adrenalin). Gabungan dari keduanya dikenal sebagai Sindrom Schmidt.

Pada tahun 1960-an, saya berada di Fakultas Kedokteran di John Hopkins Medical School dan menjadi anggota dari tim medis yang melakukan penelitian atas Sindrom Schmidt. Tim ini terdiri dari ahli-ahli medis ternama dari Rumah Sakit John Hopkins seperti mendiang Dr. A.M. Harvey, Ketua dan Profesor di Departemen Pengobatan; Dr. Ivan L. Bennett, Ketua dan Profesor di Departemen Patologi; Dr. Charles C. Carpenter, Ketua Residensi Pelavanan Medis 0sler di Rumah Sakit John Hopkins; dan yang lainnya. 

Tim kami menemukan bahwa pasien penderita sindrom Schmidt ini tidak hanya mempunyai anti bodi-anti bodi yang menyerang kelenjar adrenal dan thyroid namun juga menyerang sel beta dalam pankreas yang memproduksi insulin. Kami telah menerbitkan jurnaljurnal medis yang menunjukkan hubungan antara antibodi dengan adrenal, thyroid dan pankreas.

Saya percaya salah satu efek Tahitian noni adalah pada pankreas dan sistem kekebalan tubuh. Penelitian terkini telah menunjukkan bahwa Tahitian Noni mampu mengatur kesehatan sistem kekebalan tubuh baik dengan meningkatkan kinerja sistem yang telah berjalan dengan baik atau dengan merangsang komponen-komponen dalam sistem kekebalan tubuh yang lamban dalam bereaksi. Sebagai tambahan, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, noni dipercaya sanggup memperkuat dan mempertahankan struktur selular. 

Hal tersebut dapat dicapai dengan noni bertindak sebagai adaptogen yang akan membantu sel yang sakitar untuk menyembuhkan dirinya sendiri. Dalam kasus diabetes maka noni akan membantu sel-sel beta dalam pankreas yang tidak berfungsi atau membantu sel-sel tubuh yang tidak berhasil dalam usaha mereka untuk menerima dan menggunakan glukosa dalam darah.

Selain itu mengkonsumsi noni juga dapat membantu meringankan gejala-gejala diabetes melalui kernampuannya untuk merangsang produksi scopoletin dalam tubuh dan produksi nitric oxide secara tidak langsung. Keduanya merupakan faktor penting dalam meredakan gejala-gejala seperti peredaran darah dan penglihatan yang kurang baik. Karena asupan gula – meskipun itu gula alami – sangat penting untuk diawasi dalam pola makan penderita diabetes, maka perlu dicatat bahwa 120 cc noni juice setara dengan satu macam buah. Suatu aturan umum bagi penderita diabetes adalah dengan mengkonsurnsi Tahitian noni juice secara bertahap. 

Namun yang perlu diingat karena noni adalah makanan alami rnaka kecil kemungkinannya noni akan mengubah kadar gula dalam darah dibandingkan dengan jus buah lainnya. Mencatat kadar gula dalam darah setiap hari merupakan cara yang baik untuk memonitor bila terjadi suatu perubahan. Sebagai rekomendasi, catatlah kadar gula darah anda pada pagi hari (gula puasa) dan pada sore hari (sekitar pukul 16.00). Catatan ini akan memperlihatkan bagaimana tubuh anda mengolah gula dan merespon terhadap noni juice atau apapun yang anda makan.

Mohon dicatat bagi penderita diabetes tipe I untuk tidak menggantikan suntikan insulin dengan noni juice. Mereka dapat mengurangi jumlah suntikan insulin. Menggunakan suplemen alami seperti noni juice harus dilakukan di bawah pengawasan dokter.

Berdasarkan penelitian saya, dari 5.945 pengguna noni yang menderita diabetes, 79% di antaranya melaporkan gejala-gejala diabetes yang semakin membaik.

Takaran Penggunaan Noni: jumlah konsumsi rata-rata dari 79% responden yang mengalami kemajuan kesehatan yang positif adalah 90 cc setiap hari.

Diambil dari buku NONI JUICE (How Much, How Often, For What Edisi Keempat – mencakup informasi lebih dari 27.000 pengguna noni juice ) karya dr. Neil Solomon, MD, PhD beliau adalah seorang Dokter di Johns Hopkins Hospital dan juga seorang penulis bestseller dalam daftar New York Times, mendapatkan Schwentker Award bagi pencapaian yang istimewa di bidang riset Beliau juga pernah menjabat sebagai sekretaris Bidang Kesehatan dan Kebersihan di Maryland, Mengabdi pada komisi kegubernuran dan bertindak sebagai penasehat kesehatan bagi gubernur dan Presiden AS. Selama 18 tahun beliau telah menulis kolom kesehatan bersindikasi dunia bagi Sindikat Los Angles Times. Saat ini dr. Solomon bekerja sebagai konsultan nutrisi global bagi perusahaan, organisasi non-pemerintahan pada PBB dan WHO.

Dan dalam bukunya Beliau hanya merekomendasikan dan menggunakan Tahitian Noni Juice dalam penelitiannya.

Patent Tahitian Noni Juice untuk Diabetes
Preventative and Treatment Effects of Morinda Citrifolia on Diabetes
US Patent, Nos. 6.855.345 February 2005 and No. 7.186.422 March 2007

Kamis, 22 September 2011

Diabetes Komplikasi ke Ginjal

Diabetes Komplikasi ke Ginjal

 

Ir. Imron Sofyan

Terhindar Dari Cuci darah

Mendengarkan cerita mengenai vonis komplikasi yang nyaris merenggut jiwanya Ir. Imron tak lantas diam, melainkan berusaha keras mengurangi diabetes kronis, asam lambung tinggi, jantung membesar dan ginjal yang bocor. Belum lagi gangguan fungsi pankreas. ”Semua itu bermula sejak Mei 2007 yang lalu”, cerita Ir. Imron.

Pola hidup yang tidak sehat selama ini yang ia jalani ternyata justru memperparah penyakit diabetes yang diidapnya sejak tahun 1990.

Hal itulah yang menjadi pemicu komplikasi organ tubuh  lainnya. ”dokter menyarankan saya untuk cuci darah. Tetapi saya menolaknya, sebab saya tahu, jika orang sudah cuci darah, maka akan terus cuci darah. Itulah yang saya hindari,” katanya.

Maret 2008 menjadi moentum bersejarah bagi Ir. Imron, yang mendapatkan solusi terbaik untuk penyakitnya. Seorang keponakannya, mempertemukannya dengan Tahitian Noni Jus Buah Pace. ”Mulanya saya tidak yakin jika jus ini membuat saya lebih baik.” Tapi keraguan Ir. Imron segera terjawab, setelah terapi diabetes dengan TNJ dan hanya dalam beberapa hari saja, staminanya meningkat drastis.

Bahkan pria asal Medan ini seakan tak percaya saat medapati hasil laboratoriumnya banyak perubahan ketimbang sebelumnya. Semua fungsi organ tubuhnya semakin membaik. Bahkan bverat badannya semakin meningkat. ”Semenjak sakit, berat badan saya berkisar diangka 50 an. Semenjak minum TNJ secara teratur 2x15cc sehari, nafsu makan saya bertambah dan berat badan menjadi meningkat mencapai 63 kg.”

Kini apapun aktifitas dan makannya Ir. Imron tidak perlu khawatir lagi sebab semuanya mampu diatasi dengan TNJ. ”Tapi saya tetap ingatkan bahwa semuanya kembali kepada kita, makanan dan pola hidup harus tetap terkontrol. Bukankah menjaga lebih baik dari pada mengobati, ” pesannya.

 

Minggu, 18 September 2011

Testimoni: Diabetes, Lupus, Darah Tinggi, Kegemukan

Testimoni: Diabetes, Lupus, Darah Tinggi, Kegemukan



Pada tahun 1996, berat badan Jimmy Williams mencapai 420 pounds. Dia mengidap penyakit Tekanan Darah Tinggi dan Lupus. Jimmy harus menggunakan Steroid untuk menangani Lupus. Akibat pemakaian steroid ini, Jimmy mengalami kerusakan pankreas. Jimmy mendapat penyakit baru, yaitu Diabetes. Jimmy harus menggunakan 45 unit insulin dua kali setiap hari. Jimmy benar-benar menjadi orang yang sangat menderita. 

Masalah berat badan, dan berbagai penyakit bersarang di dalam tubuhnya. Jimmy sangat membutuhkan mujizat, dia benar-benar tidak berdaya. Lalu dia berdoa, dan seorang temannya memperkenalkan Tahitian Noni® Juice. Syukur, Jimmy mau mencoba Tahitian Noni® Juice. Setiap pagi, Jimmy mengkonsumsi 10-12 Oz Tahitian Noni® Juice, disertai minum 8 Oz distilled water, dan minum banyak air. Dia tetap memakai obat Tekanan Darah Tinggi dan Steroid. Setelah beberapa waktu, dia tidak merasa lapar seperti hari-hari sebelumnya dan berat badannya mulai berkurang.

Berat badannya berkurang 130 pounds,
ukuran celana berkurang dari 60” menjadi 46”.

Sekarang dia tidak lagi bergantung pada Insulin, dokternya menyarankan untuk menghentikan pemakaian obat Tekanan Darah Tinggi. Dia sangat bersukacita atas berkat yang diberikan Tuhan dalam hidupnya. Semua dokternya sangat heran melihat perkembangan kesehatan Jimmy yang sangat luar biasa. Sekarang Jimmy menjadi peminum Tahitian Noni® Juice yang setia.

Rabu, 14 September 2011

Diabetes Sembuh dengan Tahitian Noni

Diabetes Sembuh dengan Tahitian Noni Jus Buah Pace

Nama lengkap diabetes adalah diabetes mellitus yang berarti “gula madu”. Istilah “diabetes melitus” berasal dari Bahasa Yunani yang jika diterjemahkan berarti “mengalirkan melalui pipa dengan tekanan atmosfer” dan dari Bahasa Latin yang dapat diterjemahkan menjadi “semanis madu”.

Setiap makanan yang kita santap akan diubah menjadi energi oleh tubuh. Dalam lambung dan usus, makanan diuraikan menjadi beberapa elemen dasarnya, termasuk salah satu jenis gula, yaitu glukosa. Jika terdapat gula, maka pankreas menghasilkan insulin, yang membantu mengalirkan gula ke dalam sel-sel tubuh. Kemudian, gula tersebut dapat diserap dengan baik dalam tubuh dan dibakar untuk menghasilkan energi.

Indonesia menempati peringkat empat negara dengan jumlah penderita diabetes terbanyak di dunia.

Ketika seseorang menderita diabetes maka pankreas orang tersebut tidak dapat menghasilkan cukup insulin untuk menyerap gula yang diperoleh dari makanan. Itu yang menyebabkan kadar gula dalam darah menjadi tinggi akibat timbunan gula dari makanan yang tidak dapat diserap dengan baik dan dibakar menjadi energi. Penyebab lain adalah insulin yang cacat atau tubuh tidak dapat memanfaatkan insulin dengan baik.

Insulin adalah hormon yang dihasilkan pankreas, sebuah organ di samping lambung. Hormon ini melekatkan dirinya pada reseptor-reseptor yang ada pada dinding sel. Insulin bertugas untuk membuka reseptor pada dinding sel agar glukosa memasuki sel. Lalu sel-sel tersebut mengubah glukosa menjadi energi yang diperlukan tubuh untuk melakukan aktivitas. Dengan kata lain, insulin membantu menyalurkan gula ke dalam sel agar diubah menjadi energi. Jika jumlah insulin tidak cukup, maka terjadi penimbunan gula dalam darah sehingga menyebabkan diabetes.

Penyebab penyakit kencing manis atau diabetes tergantung pada jenis diabetes yang diderita. Ada 2 jenis diabetes yang umum terjadi dan diderita banyak orang yaitu diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2. Perbedaannya adalah jika diabetes tipe 1 karena masalah fungsi organ pankreas tidak dapat menghasilkan insulin, sedangkan diabetes tipe 2 karena masalah jumlah insulin yang kurang bukan karena pankreas tidak bisa berfungsi baik.

Rabu, 31 Agustus 2011

Testimoni: Sembuh dari Batu Ginjal dan Kantung Kemih

Bpk. Subagio Asihanto & Keluarga


Berawal di tahun 2006, saya memiliki masalah dengan kesehatan, yaitu batu ginjal dan batu kantung kemih. Bulan Februari 2006, saya masuk salah satu rumah sakit di jakarta untuk pengambilan dan pemecahan batu ginjal atau batu kantung kemih. Setelah operasi selesai, dokter berharap batu yang sudah pecah bisa keluar bersamaan dengan urine. Tapi ternyata, setelah selang kateter dilepas, saya mengalami masalah baru karena menyempitnya saluran urine hingga 90%. 

Alhasil, dengan saluran urine hanya sebesar 10% saluran normal, saya tidak bisa membuang urine. Saya kembali lagi ke rumah sakit, dan dokter menganjurkan untuk masuk ruang operasi untuk dilakukan tindakan pembesaran saluran urine, yang belakangan saya kenal dengan istilah medis “busi”. Ukuran yang diperoleh setelah saluran diperbesar (busi) pun hanya bertahan 1 minggu, karena saluran tersebut mengecil kembali bahkan bila dibiarkan selama tempo 2 minggu, saluran tersebut bisa mengecil kembali hingga tersisa 10% keadaan normal. Tahun 2007, saluran urine saya mengecil dan tertutup oleh batu, hingga tidak bisa lagi dilakukan tindakan dari luar (busi). Sehingga saya harus masuk rumah sakit lagi, untuk operasi kantong kemih. 3 minggu kemudian, tepatnya awal Januari 2008, saya harus kembali masuk rumah sakit karena infeksi ginjal yang parah dan harus segera di operasi untuk mengeluarkan nanah yang ada di ginjal. Situasi ini terjadi karena tidak disiplinnya saya dalam melakukan busi. 

Sebenarnya saya sudah tidak tahan lagi dengan terapi busi ini, karena rasa sakit dan rasa tidak nyaman yang saya rasakan setiap melakukan busi. Tapi apa boleh buat, karena dari beberapa dokter urologi yang saya temui, mereka berkata bahwa tidak ada obat untuk mencegah proses penciutan saluran kencing saya. Hanya dengan terapi busi itulah jalan satu-satunya problem saya. Titik terangpun mulai terlihat dalam masalah kesehatan saya.

Seorang teman menganjurkan untuk meminum jus buah pace. Awalnya ragu, karena saya sudah terlanjur putus asa, dan menganggap masalah kesehatan yang saya alami ini tidak ada obatnya. Saya minum dengan dosis 50cc, 3 kali sehari. Hari pertama saya minum jus noni, saya sudah merasakan khasiatnya. Badan saya menjadi lebih enak.

5 Juni 2010 adalah hari terakhir saya merasakan terapi busi. Mengapa? Tanggal 5 juli 2010 saya sebenarnya memiliki terapi busi. Namun saya batalkan karena saya merasakan gejala baik pada tubuh saya. Tanggal 6 juli 2010, saya merasa saluran urine saya yang berukuran 30% normal, menjadi membesar sejak hari itu saya berkesimpulan bahwa saya telah sembuh dan hanya menghabiskan 4 botol Tahitian Noni Juice (Jus Buah Pace) saja, saya sudah sembuh total.


TERAPI KHUSUS

GAGAL GINJAL DENGAN CUCI DARAH

Minum 1 sendok makan Jus Tahitian Noni masing-masing jam 06.00 dan 18.00. Jika frekuensi cuci darah telah menjauh, takaran ditambahkan secara bertahap.

Minggu, 28 Agustus 2011

Batu Ginjal Sembuh dengan Tahitian Noni

Batu Ginjal di dalam saluran kemih (kalkulus uriner) adalah massa keras seperti batu yang terbentuk di sepanjang saluran kemih dan bisa menyebabkan nyeri, perdarahan, penyumbatan aliran kemih atau infeksi. Batu ini bisa terbentuk di dalam ginjal (batu ginjal) maupun di dalam kandung kemih (batu kandung kemih). Proses pembentukan batu ini disebut urolitiasis (litiasis renalis, nefrolitiasis).
(Sumber : Wikipedia)

Batu Ginjal, Penyebab dan Pencegahannya

Sakit pinggang terjadi bila batu yang mengadakan obstruksi berada di dalam ginjal. Sedangkan, rasa sakit yang parah pada bagian perut terjadi bila batu telah pindah ke bagian ureter. Mual dan muntah selalu mengikuti rasa sakit yang berat. Penderita batu ginjal kadang-kadang juga mengalami panas, kedinginan,adanya darah di dalam urin bila batu melukai ureter, distensi perut, nanah dalam urine.
 
DALAM istilah kedokteran, batu ginjal disebut Nephrolithiasis atau renal calculi. Batu ginjal adalah suatu keadaan terdapat satu atau lebih batu di dalam pelvis atau calyces dari ginjal atau di dalam saluran ureter. Pembentukan batu ginjal dapat terjadi di bagian mana saja dari saluran kencing, tetapi biasanya terbentuk pada dua bagian terbanyak pada ginjal, yaitu di pasu ginjal (renal pelvis) dan calix renalis. Batu dapat terbentuk dari kalsium, fosfat, atau kombinasi asam urat yang biasanya larut di dalam urine.

Batu ginjal bervariasi ukurannya, dapat bersifat tunggal atau ganda. Batu-batu tinggal dalam pasu ginjal atau dapat masuk ke dalam ureter dan dapat merusak jaringan ginjal. Batu yang besar akan merusak jaringan dengan tekanan atau mengakibatkan obstruksi, sehingga terjadi aliran kembali cairan. Kebanyakan batu ginjal dapat terjadi berulang-ulang.

Apakah penyebabnya? Batu ginjal dijumpai pada 1 dari 1.000 orang, biasanya lebih banyak dijumpai pada pria (berumur 30-50 tahun) ketimbang wanita. Juga banyak dijumpai di daerah tertentu. Walaupun secara pasti tidak diketahui penyebab batu ginjal, kemungkinannya adalah bila urine menjadi terlalu pekat dan zat-zat yang ada di dalam urine membentuk kristal batu. Penyebab lain adalah infeksi, adanya obstruksi, kelebihan sekresi hormon paratiroid, asidosis pada tubulus ginjal, peningkatan kadar asam urat (biasanya bersamaan dengan radang persendian), kerusakan metabolisme dari beberapa jenis bahan di dalam tubuh, terlalu banyak mempergunakan vitamin D atau terlalu banyak memakan kalsium.

Gejala

Walaupun besar dan lokasi batu bervariasi, rasa sakit disebabkan oleh obsruksi merupakan gejala utama. Batu yang besar dengan permukaan kasar yang masuk ke dalam ureter akan menambah frekuensi dan memaksa kontraksi ureter secara otomatis. Rasa sakit dimulai dari pinggang bawah menuju ke pinggul, kemudian ke alat kelamin luar. Intensitas rasa sakit berfluktuasi dan rasa sakit yang luar biasa merupakan puncak dari kesakitan. Apabila batu berada di pasu ginjal dan di calix, rasa sakit menetap dan kurang intensitasnya. Sakit pinggang terjadi bila batu yang mengadakan obstruksi berada di dalam ginjal. Sedangkan, rasa sakit yang parah pada bagian perut terjadi bila batu telah pindah ke bagian ureter. Mual dan muntah selalu mengikuti rasa sakit yang berat. Penderita batu ginjal kadang-kadang juga mengalami panas, kedinginan, adanya darah di dalam urin bila batu melukai ureter, distensi perut, nanah dalam urine.

Bagaimanakah diagnosisnya? Dokter akan menanyakan gejala yang dialami, kemudian melakukan tes sebagai berikut:

1.Foto sinar X dari ginjal, ureter, dan kandung kemih untuk menunjukkan adanya batu ginjal.
2.Ultrasound ginjal, merupakan tes noninvasif yang mempergunakan gelombang frekuensi tinggi akan mendeteksi obstruksi dan perubahannya.
3.Pemberian intravena zat pewarna dan scan memberi konfirmasi diagnosis dan menentukan ukuran dan lokasi batu ginjal.
4.Analisis batu untuk mengetahui kandungan mineralnya.
5.Analisis kultur urine untuk menunjukkan jenis bakteri penyebab infeksi, dan lain-lain.

Mencegah dan mengobati

Bagaimanakah pengobatannya? Karena 90% dari batu ginjal berdiameter kurang dari 5 mm, biasanya cukup diberi air rebusan dari tumbuhan Desmodium stryracifulium dan diberi minum 6 – 8 gelas air per hari, diberi antibiotika untuk mencegah infeksi, serta obat pengurang rasa sakit. Pada umumnya batu akan keluar dalam waktu 5 – 10 hari.

Apabila batu terlalu besar untuk dikeluarkan secara alamiah, operasi dapat dikerjakan. Apabila batu berada di ureter, sistoskopi dapat digunakan melalui uretra dan batu dimanipulasi dengan kateter. Pengeluaran batu dari daerah lainnya (pada calix dan pelvis) memerlukan operasi dari samping atau perut bagian bawah. Prosedur yang disebut percutaneus ultrasonic lithotripsy dan extracorporeal shock wave lithotripsy akan memecah batu ginjal menjadi fragmen kecil-kecil, sehingga dapat dikeluarkan secara alamiah atau dengan pengisapan.

Untuk pencegahan batu ginjal, sebaiknya sering minum air rebusan tumbuhan Desmodium stryracifolium, atau dianjurkan mengurangi makan kalsium, diberi obat untuk mencegah pembentukan batu asam urat, dan vitamin C yang memberi keasaman kepada urine. Apabila kelenjar paratiroid juga termasuk penyebabnya, dokter akan merekomendasi tindakan paratiroidektomi (kelenjar paratiroid diangkat).

Prognosisnya: batu ginjal sering menimbulkan gejala rasa sakit yang hebat, tapi biasanya setelah dikeluarkan tidak menimbulkan kerusakan permanen. Memang sering terjadi kambuh lagi, terutama bila tidak didapatkan penyebabnya dan diobati.

Komplikasinya:
1. Timbul kembali batu ginjal.
2. Infeksi saluran urine.
3. Penyumbatan pada ureter.
4. Kerusakan sebagian jaringan ginjal.
5. Menurunnya atau hilangnya fungsi ginjal yang terkena.

Rabu, 24 Agustus 2011

Batu Empedu saya hilang tanpa Operasi

LUAR BIASA!!! Puji Tuhan atas segala berkat yang dicurahkan kepada saya melalui Tahitian Noni Juice. Batu dalam empedu saya bisa hilang tanpa operasi. Kejadian ini berawal ketika saya memeriksakan kondisi kesehatan secara menyeluruh [general check up], di RS di Bali Februari 2008 lalu. Ditemukan adanya batu empedu berdiameter 15mm. Kekhawatiran batu tersebut bertambah besar terus menghantui pikiran saya.

Anehnya tidak ada gejala penurunan kondisi fisik atau rasa sakit yang mendadak dalam diri saya. Sampai akhirnya pada Juni 2008, saya kembali menjalani re-check USG untuk memastikan keberadaan batu empedu. Saat diketahui batu itu masih ada, tim dokter menyarankan agar saya menjalani operasi pengangkatan empedu [batu dan kantongnya].  Walau antipati terhadap langkah medis, pada 7 Juli 2008 saya kembali menemui tim dokter untuk berkonsultasi. Saat itu dokter bertanya apakah saya mengalami rasa sakit/nyeri, jika iya maka sebaiknya operasi segera dilakukan.

Saya memang sudah merasakan sedikit nyeri, tapi tidak sering. Akhirnya saya meminta waktu selama 14 hari untuk loading Tahitian Noni Juice sebagai Obat Batu Empedu saya. Saat waktu yang diberikan sudah habis, saya kembali memeriksakan kondisi saya. Puji Tuhan, hasilnya sangat mencengangkan, diameter batu empedu mengecil. Kemajuan itu semakin menggenjot saya untuk membuktikan keampuhan Tahitian Noni Juice sebagai Obat Batu Empedu. Dua minggu berikutnya saya periksa kembali. Puji Tuhan dan sungguh sebuah keajaiban. Batu empedu tersebut telah hilang dan tak terdiagnosa lagi.

Bahkan hasil pemeriksaan pada 26 Nopember 2008 lalu, batu empedu sudah hilang sama sekali. Ini merupakan kasus pertama dan belum di teliti Tahitian Noni Juice sebagai Obat Batu Empedu. Namun sudah jelas hasilnya bahwa batu empedu bisa dengan mudah dihancurkan oleh Tahitian Noni Juice. Jadi, Tahitian Noni Juice dapat digunakan sebagai Obat Batu Empedu.

Selasa, 16 Agustus 2011

Asma Sembuh dengan Tahitian Noni Jus Buah Pace


Asma adalah penyakit inflamasi (radang) kronik saluran napas menyebabkan peningkatan hiperesponsif jalan nafas yang menimbulkan gejala episodik berulang berupa mengi (nafas berbunyi ngik-ngik), sesak nafas, dada terasa berat dan batuk-batuk terutama malam menjelang dini hari. Gejala tersebut terjadi berhubungan dengan obstruksi jalan nafas yang luas, bervariasi dan seringkali bersifat reversible dengan atau tanpa pengobatan.

Seperti diketahui, saluran napas manusia bermula dari mulut dan hidung, lalu bersatu di daerah leher menjadi trakea (tenggorok) yang akan masuk ke paru. Di dalam paru, satu saluran napas trakea itu akan bercabang dua, satu ke paru kiri dan satu lagi ke paru kanan. Setelah itu, masing-masing akan bercabang-cabang lagi, makin lama tentu makin kecil sampai 23 kali dan berujung di alveoli, tempat terjadi pertukaran gas, oksigen (O2)  masuk ke pembuluh darah, dan karbon dioksida (CO 2 ) dikeluarkan.

Jumat, 12 Agustus 2011

Komplikasi Asam Urat, Maag dan Ambien

Komplikasi Asam Urat, Maag dan Ambien

Seperti kata pepatah jangan pernah menertawakan atau meledek orang lain yang sedang kesusahan karena akan mendapat balasan yang sama. Inilah yang dialami Silva, yang mengalami sakit komplikasi asam urat dan ambien. Silva tidak pernah mengeluh kalau ia mengalami rasa sakit di tubuhnya karena beliau tidak mau merepotkan orang banyak. “prinsip saya, saya tidak mau buat repot keluarga,” katanya sambil tersenyum.

Namun pada akhirnya pertahanannya runtuh juga. Silva jatuh pingsan dan mau tidak mau di bawa ke dokter untuk menjalani pemeriksaan yang lebih intensif. “Setelah mengalami pemeriksaan intensif, baru diketahui kalau penyakit yang saya derita ini sudah sangat berat yakni komplikasi asam urat, maag dan ambeien,” katanya sambil tertawa garing.

Tapi dasarnya Silva tidak mau merepotkan istri ataupun keluarganya, ia tetap saja ngeyel menganggap penyakitnya tidak serius. “ Saya dikasih obat. Tapi karena tidak tahan dengan rasa sakit yang amat sangat, saya diberikan morfin.pada saat itu, saya menangis bukan karena takut mati, tapi sedih dengan nasib keluarga saya apabila terjadi apa-apa dengan saya,” ujarnya serius.

Singkat cerita melaui seorang teman, Silva disarankan untuk mencoba Tahitian Noni Bioactive Beverage (TNBB) atau Tahitian Noni Jus Buah Pace untuk pengobatan penyakit yang dideritanya. Awalnya Silvia mencoba 30 ml/ hari untuk sakit asam uratnya.

Sedangkan penyakit maag didapatkan ketika dulu bekerja sebagai kondektur bis di tahun 1980-an. “Di mana saya lebih mementingkan bayaran anak sekolah saya dibanding harus membeli makanan untuk saya. Ya akhirnya kena maag yang sangat parah dan fatal, ujar Silvia yang meminum obat-obat yang dijual bebas untuk mengobati sakit maag yang justru membuatnya koma selama 3 hari.

Kondisi lambung yang sudah sangat parah membuat Silva koma selama 3 hari dan ketika buang air keluar darah hitam. “Tapi setelah mencoba TNBB, maag kronis saya sembuh secara bertahap. Alhamdulillah sekarang sudah membaik,” katanya dengan bahagia.

Setelah minum Noni satu hari, Silva bisa tidur nyenyak. “Saya meminum TNBB 1 sloki plus ½ gelas air putih. Dengan hanya minum TNBB, 3 penyakit sembuh semua. Saya sangat bersyukur,” katanya sambil tertawa.

Rabu, 10 Agustus 2011

Ambeien Sembuh dengan Jus Buah Pace

Penyakit Ambeien (Hemoroid} yang telah menyerang puluhan tahun, ternyata bisa “dilenyap”-kan hanya dalam waktu dua bulan dan tanpa operasi. Caranya, hanya dengan mengkonsumsi Tahitian Noni Juice (TNJ) atau Tahitian Noni Jus Buah Pace sedikitnya dua kali sehari sebanyak 30cc.

Inilah yang dilakukan Roni Baladewa, 48 tahun. Ia menderita ambeien sejak usia 17 tahun, saat masih duduk di bangku SMA. Ceritanya, Roni muda sangat menggemari olahraga angkat besi. Karenanya, ia bergabung ke sebuah klub angkat besi yang ada di Jakarta.

Namun, Roni kurang memperhatikan saran-saran atau petunjuk dari instrukturnya, terutama bagaimana mengangkat besi yang aman. Akibatnya, ia menderita ambeien. Ditambah lagi dengan kegemarannya makan-makanan pedas, membuat sakit ambeiennya menjadi semakin parah.

Berbagai pengobatan lantas dicoba. Puluhan dokter dan ahli alternatif didatanginya. Namun, tanda-tanda kesembuhan tak kunjung tiba. Malah seorang dokter menyarankan agar ambeiennya dioperasi. Tentu saia saran tersebut ditolaknya mentah-mentah.

Hingga pada akhir Agustus 2007, ia berkunjung ke seorang teman yang telah bergabung dengan TNJ. Temannya tersebut menawarkan Roni mengonsumsi TNJ. Selain untuk penyakitnya, juga untuk kesehatannya, dan dicobanya.

Di bulan kedua, ia merasakan stamina tubuhnya yang meningkat. “Bahkan, ambeien saya kok juga sembuh,”katanya.

Berkat TNJ yang diminumnya secara rutin dua kali sehari, nyeri yang diakibatkan oleh ambeien sudah tidak ada lagi. Tubuh sehat, ambeien pun lenyap.

“Awalnya saya mengonsumsi TNJ hanya untuk menjaga kesehatan. Tapi, setelah dua bulan penggunaan, ambeien saya kok juga sembuh.”


Jumat, 05 Agustus 2011

Batu Empedu Sembuh dengan Tahitian Noni


Batu empedu adalah timbunan kristal di dalam kandung empedu atau di dalam saluran empedu. Batu yang ditemukan di dalam kandung empedu disebut kolelitiasis, sedangkan batu di dalam saluran empedu disebut koledokolitiasis.

Penyebab Batu Empedu

Komponen utama dari batu empedu adalah kolesterol, sebagian kecil lainnya terbentuk dari garam kalsium. Cairan empedu mengandung sejumlah besar kolesterol yang biasanya tetap berbentuk cairan. Jika cairan empedu menjadi jenuh karena kolesterol, maka kolesterol bisa menjadi tidak larut dan membentuk endapan di luar empedu.

Faktor Risiko : Batu empedu lebih banyak ditemukan pada wanita dan faktor risikonya adalah :
  1. Usia lanjut.
  2. Kegemukan (obesitas).
  3. Diet tinggi lemak.
  4. Faktor keturunan.

Patofisiologi

Sebagian besar batu empedu terbentuk di dalam kandung empedu dan sebagian besar batu di dalam saluran empedu berasal dari kandung empedu. Batu empedu bisa terbentuk di dalam saluran empedu jika empedu mengalami aliran balik karena adanya penyempitan saluran atau setelah dilakukan pengangkatan kandung empedu.

Batu empedu di dalam saluran empedu bisa mengakibatkan infeksi hebat saluran empedu (kolangitis), infeksi pankreas (pankreatitis) atau infeksi hati. Jika saluran empedu tersumbat, maka bakteri akan tumbuh dan dengan segera menimbulkan infeksi di dalam saluran. Bakteri bisa menyebar melalui aliran darah dan menyebabkan infeksi di bagian tubuh lainnya.

Sebagian besar batu empedu dalam jangka waktu yang lama tidak menimbulkan gejala, terutama bila batu menetap di kandung empedu. Kadang-kadang batu yang besar secara bertahap akan mengikis dinding kandung empedu dan masuk ke usus halus atau usus besar, dan menyebabkan penyumbatan usus (ileus batu empedu).

Yang lebih sering terjadi adalah batu empedu keluar dari kandung empedu dan masuk ke dalam saluran empedu. Dari saluran empedu, batu empedu bisa masuk ke usus halus atau tetap berada di dalam saluran empedu tanpa menimbulkan gangguan aliran empedu maupun gejala.

Kamis, 04 Agustus 2011

ALERGI KULIT, KESEMBUHAN M. SHOLIKIN

Lebih dari 18 tahun, M. Sholikin mengalami alergi kulit yang menyiksa hidupnya. Bayangkan, makan apapun bisa membuat kulitnya gatal dan memerah di seluruh bagian tubuhnya.

Tak hanya makanan yang membuat tubuh ayah dua anak ini menjadi gatal, merah, dan panas pada kulitnya. Pakaian yang harus dikenakan adalah pakaian 100% berbahan katun. “Jika tidak, maka seluruh tubuh akan kembali memerah,” ungkapnya.

Sudah bermacam cara pengobatan dilakukan oleh M. Sholikin. Mulai medis hingga alternatif. “Sampai-sampai saya sudah bosan dengan rasa obat. Entah efek samping apa yang bakal mendera saya akibat seringnya mengonsumsi obat-obatan.”

Namun semenjak disarankan oleh salah seorang sahabat untuk mengonsumsi Tahitian Noni Jus Buah Pace, makanan apapun pasti akan dilahap oleh pria asal Kediri ini. “Dalam tiga hari saja, Tahitian Noni Jus Buah Pace sudah bekerja menghajar alergi saya. Efek pertama adalah buang air besar saya menjadi lancar dan rutin setiap pagi hari,” ujar Sholikin yang mempelajari khasiat Tahitian Noni Jus Buah Pace terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk mengonsumsinya.

Menjelang sebulan mengonsumsi Tahitian Noni Jus Buah Pace, Sholikin memberanikan diri memakan sate kambing yang selama ini menjadi momok baginya. Namun, tidak ada gejala perut sakit dan ssering buang air besar yang kadang membuatnya lemas, setelah memakan sate kambing. “Dalam hati saya berkata, wah jus ini sangat ampuh memberantas keluhan saya yang sudah menahun,” ceritanya.

Kejadian serupa juga terjadi ketika pakaian dalam dan sabun yang disarankan oleh dokter untuk dipakainya habis di pasaran sekitar tempat tinggalnya di Denpasar. “Mau tidak mau saya gunakan sabun biasa dan pakaian dalam biasa. Alhamdulillah, tidak ada efek yang berarti dalam kulit. Saya yakin bahwa, alergi saya berangsur-angsur pergi.”

Alergi yang dialami Sholikin bermula ketika ia mendapatkan proyek renovasi hotel Papandayan di Bandung tahun 1990 silam. Pola makan yang tidak teratur serta keletihan dan debu dalam pengerjaan proyeknya, menjadi titik awal masalah alergi yang dialaminya. “Hal itu membuat biaya hidup saya sangat tinggi. Bayangkan saja jika semua barang yang saya gunakan harus steril. Bahkan harus sering cuci tangan jika memegang sesuatu.”

Puncaknya saat 2005 silam, demi menjaga alerginya tidak muncul ia harus rela mengonsumsi nasi. “Habis kalau saya makan menggunakan lauk, pasti alergi saya akan timbul. Mau tidak mau saya hanya makan nasi saja,” terangnya. Tapi sekarang keadaan sudah berubah, Sholikin tidak perlu lagi pantang makanan. “Allah SWT telah menjadikan Tahitian Noni Jus Buah Pace sebagai mediasi kesembuhan alergi saya,” tukasnya.

Alergi Kulit Sembuh dengan Tahitian Noni

Sebagian besar orang pernah mengalami peradangan kulit atau dermatitis. Biasanya kulit berwarna kemerahan, bengkak, lecet, muncul rasa gatal yang amat sangat di area kulit. Dermatitis kontak merupakan hasil kontak langsung dengan alergen (hal-hal lain yang menyebabkan terjadinya alergi pada kulit). Terdapat dua jenis dermatitis kontak, yaitu iritan dan alergik. Dermatitis kontak iritan disebabkan oleh efek kimiawi langsung dari zat tertentu pada kulit. Tingkat keparahan dermatitis ini tergantung pada berapa lama zat tersebut kontak dengan kulit, tingkat konsentrasi zat, dan kerentanan kulit.

Sedangkan dermatitis kontak alergik biasanya mengenai orang yang sensitif terhadap zat sehari-hari. Penyebab umum dari dermatitis ini adalah nikel (biasanya mempengaruhi wanita). Zat ini terdapat pada metal yang dikenakan atau menempel pada kulit, contohnya seperti perhiasan imitasi, dan lainnya.

Beberapa jenis alergen lainnya adalah karet, krim, salep, dan lainnya. Cobalah untuk menemukan penyebabnya. Jika memungkinkan hentikanlah kontak dengan zat penyebab. Mencari penyebab lebih mudah dilakukan pada dermatitis kontak iritan, karena masalah kulit yang timbul terbatas pada area yang benar-benar berkontak dengan iritan tersebut.Penyebab dermatitis kontak alergik bisa lebih luas sehingga pengidentifikasiannya juga lebih sulit.

Perawatan dermatitis kontak biasanya melibatkan pengolesan salep, krim kortikosteroid (untuk waktu yang terbatas) dan antibiotik untuk infeksi sekunder. Dermatitis atopik atau eksim mempengaruhi banyak orang, khusunya anak-anak. Gejala utamanya adalah kulit berwarna kemerahan, bengkak, gatal, dan kulit bersisik. Eksim biasanya terjadi pada area lipatan kulit, misalnya di lutut, bagian depan siku, belakang telinga. Pada anak kecil, eksim seringkali terjadi pada wajah dan kulit kepala. Penyebab eksim tidak dapat dipastikan. Pada beberapa kasus, eksim merupakan sejenis reaksi alergi, dan sering timbul pada mereka yang menderita asma. Eksim juga dapat terjadi pada beberapa orang dalam 1 keluarga. Pemicu utamanya beragam, seperti: 
1. Perubahan suhu yang terlalu ekstrim 
2. Iritasi produk